Nekat Salat Berjamaah di Masjid, Lagi-Lagi 3 Warga Parepare Dinyatakan Positif Corona, 100 Orang Diisolasi

0
382

Pare Pare, Beritakota Online-Demi mencegah penularan virus corona (Covid-19) yang semakin meluas, pemerintah sejak awal Maret sudah mengimbau masyarakat untuk menghindari kontak fisik.

Tak hanya itu, pemerintah juga telah menutup berbagai sektor agar warga berdiam diri di rumah. Hal ini termasuk kegiatan belajar, bekerja, juga beribadah.

Perihal puasa Ramadhan pun kegiatan salat terawih berjamaah di Masjid ditiadakan.

Meski begitu, masih saja ada warga yang juga tak mengikuti anjuran tersebut.

Akibatnya, sebanyak 3 warga Kota Parepare, Sulawesi Selatan, positif terjangkit virus corona (Covid-19).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Perepare Halwatiah mengatakan, satu di antara ketiga pasien tersebut adalah jemaah Masjid Al Manar di Kelurahan Ujung Bulu, Kecamatan Ujung, Kota Parepare.

Menurut Halwatiah, pasien tersebut sering mengikuti perkumpulan yang diadakan di masjid tersebut dengan jemaah lainnya.

Pasien tersebut diketahui memiliki riwayat ke luar negeri.

“Kita akan melakukan penyemprotan disinfektan (di Masjid Al Manar) dengan bantuan mobil pemadam kebakaran” kata Halwatiah, Minggu (26/4/2020), dikutip dari Kompas.

Warga nekat panjat pagar masjid untuk salat berjamaah(Kompas.com)

Sementara itu, Camat Ujung Ulfa Lanto mengaku sudah berulang kali meminta agar masyarakat, khususnya jemaah Muslim tidak mengadakan perkumpulan.

Namun, seringkali imbauan yang disampaikan tidak ditanggapi dengan baik oleh warga.

“Saya datang, warga mengira saya getol melarang jemaah masjid berkumpul. Padahal ini buktinya, satu jemaah masjidsudah positif corona,” kata Ulfa Lanto.

Peristiwa ini bisa terjadi lantaran masih banyaknya warga yang berdatangan ke Masjid Al-Manar, Kelurahan Ujung Bulu, Kota Pare, untuk melaksanakan salat berjamaah.

Melansir dari Kompas.com, masjid tersebut diketahui telah dijaga ketat oleh petugas, namun jemaah masjid tetap nekat memanjat dan melompati pagar masjiduntuk melaksanakan salat berjamaah.

“Kami tidak melarang beribadah, namun untuk berkumpul atau menjaga jarak harus tetap dilaksanakan agar menjaga penyebaran virus corona. Namun sebagian masyakarat tetap tidak mengindahkan. Bahkan sejumlah masyarakat nekat memanjat pagar masjid,” kata Ulfa Lanto, Sabtu Malam (25/4/2020).

Seperti tak bercermin pada pengalaman, hal serupa kembali terulang lantaran warga yang tetap bersikeras untuk melaksanakan salat berjamaah dan berkumpul seusainya.

Pasalnya, pada akhir Maret lalu, tepatnya Sabtu (28/3/20), tiga orang jamaah masjid wilayah Taman Sari, Jakarta Barat juga dinyatakan positif Covid-19.

Akibatnya, lebih dari 100 orang diisolasi di masjid tersebut, mereka ditetapkan sebagai orang dalam pemantauan (ODP) lantaran melaksanakan salat berjamaahdengan tiga orang penderita Covid-19tersebut.

Sebanyak 100 orang tersebut, akhirnya menjalani isolasi selama 14 hari yang dijaga ketat oleh polisi dan TNI.

Secara otomatis, kegiatan keagamaan di Masjid Jami dihentikan sementara. Bahkan gang di samping masjid juga ditutup portal dan terpal agar tidak ada orang dari luar yang masuk ke wilayah masjid.(*)

Editor : Asrat Tella/Saiful Dg Ngemba/Andi A Effendy
Sumber : Kompas.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here